Jakarta, 8 September 2026 – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi mengakui keberhasilannya menembus perempat final ganda putri US Open 2026 merupakan pencapaian terbaik sepanjang kiprahnya di turnamen Grand Slam. Aldila memastikan tiket ke delapan besar bersama petenis Selandia Baru Erin Routliffe setelah melewati pertandingan tiga set pada babak 16 besar di New York, Amerika Serikat, Selasa WIB. Pasangan unggulan kesembilan tersebut menundukkan Anna Bondar asal Hongaria dan Anhelina Kalinina dari Ukraina dengan skor 6-2, 4-6, 6-2. Hasil tersebut membawa Aldila untuk pertama kalinya melewati babak 16 besar pada nomor ganda putri Grand Slam. Aldila menyebut pencapaian tersebut menjadi buah dari kerja keras yang dilakukan sepanjang musim, termasuk bersama pelatih barunya, Christopher Rungkat.
Aldila mengaku sangat senang akhirnya mampu mencapai perempat final setelah beberapa kali mencatat hasil cukup konsisten di turnamen Grand Slam. Sebelum US Open tahun ini, pencapaian terbaiknya di nomor ganda putri adalah babak 16 besar yang pernah diraih pada Australian Open 2023, French Open 2023, Wimbledon 2023 dan 2024, serta US Open 2023. Catatan tersebut menunjukkan Aldila telah beberapa kali berada cukup dekat dengan babak delapan besar, tetapi baru pada US Open 2026 mampu melewati batas tersebut. Meski demikian, petenis berusia 31 tahun itu menilai permainannya masih mempunyai banyak ruang untuk berkembang. Ia memilih mempertahankan pendekatan pertandingan demi pertandingan dan tidak ingin terlalu terbebani oleh peluang mencatat prestasi yang lebih tinggi.
Perjalanan menuju perempat final tidak diperoleh dengan mudah karena Bondar dan Kalinina memberikan perlawanan sengit, khususnya setelah kehilangan set pertama. Aldila dan Routliffe mengawali pertandingan dengan agresif dan mampu memanfaatkan peluang untuk mematahkan servis lawan sehingga menguasai set pembuka 6-2. Pola permainan menyerang membuat pasangan Indonesia-Selandia Baru tersebut dapat mengendalikan tempo sekaligus menekan lawannya sejak awal. Situasi kemudian berubah pada set kedua ketika Bondar dan Kalinina meningkatkan permainan serta mampu menjaga pertandingan tetap ketat hingga kedudukan 4-4. Momentum beralih setelah pasangan Hongaria-Ukraina merebut servis Aldila/Routliffe sebelum menutup set kedua 6-4 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Aldila mengakui dirinya dan Routliffe sempat mengalami kesulitan pada set kedua setelah lawan tampil lebih baik dan mereka melakukan sejumlah kesalahan. Namun, kondisi tersebut tidak membuat keduanya kehilangan konsentrasi ketika memasuki set ketiga. Aldila/Routliffe kembali bermain lebih tenang sekaligus mempertahankan pola agresif yang sebelumnya efektif pada set pembuka. Mereka langsung membangun keunggulan 4-0 setelah dua kali mematahkan servis Bondar/Kalinina. Lawan sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-4, tetapi Aldila/Routliffe mampu menghentikan kebangkitan tersebut dengan merebut dua gim berikutnya untuk mengunci kemenangan 6-2.
Statistik pertandingan turut memperlihatkan efektivitas permainan Aldila dan Routliffe sepanjang laga yang berlangsung selama satu jam 57 menit. Mereka mengumpulkan 92 poin, sedangkan Bondar/Kalinina memperoleh 77 poin. Aldila/Routliffe juga mampu mengonversi empat dari enam kesempatan break point yang diperoleh sepanjang pertandingan. Sebaliknya, pasangan lawan hanya berhasil memanfaatkan satu dari tiga peluang mematahkan servis. Kemampuan memaksimalkan kesempatan pada momen penting menjadi salah satu faktor yang membantu pasangan unggulan kesembilan tersebut mengamankan tempat di delapan besar.
Keberhasilan tersebut melanjutkan perjalanan positif Aldila/Routliffe sejak babak awal US Open. Mereka membuka kompetisi dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-2 atas Ann Li dan Clara Tauson pada putaran pertama. Pada babak kedua, Aldila menghadapi sesama petenis Indonesia Janice Tjen yang berpasangan dengan Leylah Fernandez asal Kanada. Duel itu menjadi momen menarik karena mempertemukan dua petenis Indonesia di panggung Grand Slam, dengan Aldila/Routliffe akhirnya menang dua set langsung 6-4, 6-4. Setelah melewati pertandingan tersebut, kemenangan atas Bondar/Kalinina membuat Aldila akhirnya mencatat pencapaian baru dalam perjalanan kariernya di nomor ganda putri Grand Slam.
Peran Routliffe juga menjadi bagian penting dari perjalanan Aldila di New York karena petenis Selandia Baru tersebut memiliki pengalaman panjang di level tertinggi nomor ganda. Kombinasi karakter permainan keduanya dinilai memberikan keseimbangan ketika menghadapi situasi sulit di lapangan. Routliffe sebelumnya menggambarkan Aldila sebagai sosok yang lebih tenang, sementara dirinya cenderung membawa energi lebih besar dalam pertandingan. Perbedaan karakter tersebut justru memungkinkan keduanya saling membantu ketika salah satu mulai menghadapi tekanan. Kemampuan menjaga komunikasi dan kestabilan permainan menjadi semakin penting karena persaingan pada babak delapan besar akan meningkat.
Tantangan berikutnya bagi Aldila/Routliffe adalah pasangan tuan rumah Ashlyn Krueger dan Robin Montgomery. Pasangan Amerika Serikat tersebut mendapatkan tiket perempat final setelah menundukkan Tatjana Maria dari Jerman dan Zeynep Sonmez asal Turki dengan skor 6-3, 6-2 pada babak 16 besar. Pertemuan tersebut akan memberikan tantangan berbeda bagi Aldila/Routliffe karena Krueger/Montgomery akan tampil di hadapan publik sendiri. Aldila mengatakan fokus utamanya adalah bermain lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya dan mempertahankan konsentrasi dari satu laga ke laga berikutnya. Pertandingan delapan besar dijadwalkan berlangsung Rabu, 9 September 2026 pagi WIB.
Lolos ke perempat final membuat US Open 2026 menjadi salah satu turnamen penting dalam perjalanan karier Aldila Sutjiadi di level dunia. Setelah sebelumnya beberapa kali mencapai babak 16 besar, ia kini berhasil menembus delapan besar dan membuka peluang memperpanjang catatan terbaiknya menjadi semifinal Grand Slam. Pencapaian tersebut juga memperlihatkan kemampuan Aldila mempertahankan daya saing di nomor ganda putri pada level tertinggi, terutama setelah menjalani rangkaian turnamen sepanjang musim bersama sejumlah pasangan. Namun, Aldila memilih tidak terlalu jauh memikirkan kemungkinan tersebut dan tetap menempatkan pertandingan berikutnya sebagai fokus utama. Duel menghadapi Krueger/Montgomery kini menjadi kesempatan berikutnya bagi Aldila dan Routliffe untuk melanjutkan perjalanan sekaligus mencatat pencapaian yang lebih tinggi di US Open 2026.