Jakarta, 3 Mei 2026 – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) menyampaikan keprihatinannya terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Amien Rais. Ia menilai pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di ruang publik agar tidak memicu kesalahpahaman.
Menurutnya, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menjadi hoaks dan dapat berdampak luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak, terutama tokoh publik, diharapkan lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan pernyataan.
Kepala Bakom menegaskan bahwa penyebaran hoaks dapat merusak kepercayaan publik serta memicu konflik sosial. Dampak tersebut dinilai semakin besar di era digital, di mana informasi dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Verifikasi dari sumber resmi menjadi langkah penting sebelum menyebarkan informasi lebih lanjut.
Selain itu, peran media dan platform digital juga dinilai krusial dalam mengedukasi masyarakat terkait literasi informasi. Upaya bersama diperlukan untuk membangun ekosistem informasi yang sehat.
Di sisi lain, perbedaan pendapat dalam demokrasi dianggap sebagai hal yang wajar. Namun, penyampaian kritik dan opini tetap harus didasarkan pada fakta agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Sejumlah pengamat menilai bahwa peringatan ini menjadi pengingat penting di tengah maraknya informasi yang beredar di masyarakat. Literasi digital menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hoaks. Kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat dinilai penting dalam menangani isu ini.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Keakuratan informasi menjadi hal penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan publik.