Jakarta, 6 Mei 2026 – Mantan Kepala BIN, A.M. Hendropriyono, angkat bicara terkait polemik yang melibatkan Letkol Teddy. Ia meminta para tokoh senior untuk memberikan teladan dalam penggunaan bahasa yang santun dan bijak di ruang publik.
Menurut Hendropriyono, perbedaan pandangan seharusnya disampaikan dengan cara yang konstruktif tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan. Ia menilai etika komunikasi menjadi hal penting, terutama bagi figur publik yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap gaya komunikasi yang dinilai kurang tepat dalam menanggapi isu tertentu. Hendropriyono menegaskan bahwa tokoh senior memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana tetap kondusif.
Ia juga menambahkan bahwa kritik tetap diperlukan dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan dengan bahasa yang tidak menyinggung atau merendahkan pihak lain. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kualitas diskursus publik.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa etika berbahasa memang menjadi aspek yang perlu diperhatikan, terutama di era media sosial yang serba cepat. Penyampaian pesan yang tidak tepat dapat dengan mudah memicu kesalahpahaman di masyarakat.
Dengan imbauan ini, diharapkan para tokoh publik dapat lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, sehingga perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan tanpa memicu konflik yang tidak perlu.