Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan sejumlah agenda prioritas yang akan menjadi fokus pemerintah provinsi dalam menyambut lima abad atau 500 tahun Kota Jakarta. Menurutnya, penyelesaian persoalan kemacetan dan banjir menjadi dua target utama yang harus dituntaskan agar Jakarta semakin layak sebagai kota global.
Pramono menjelaskan bahwa penanganan kemacetan akan dilakukan melalui penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi, peningkatan konektivitas antarmoda, serta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama ibu kota.
Di sisi lain, penanganan banjir juga menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pengendali banjir, termasuk normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di kawasan penyangga.
Selain membenahi infrastruktur, Pramono menekankan pentingnya menjaga ruang terbuka hijau dan memperbaiki tata kelola lingkungan. Upaya tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung ketahanan Jakarta terhadap perubahan iklim.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan terus mengembangkan pelayanan publik berbasis digital, memperkuat sektor ekonomi kreatif, serta meningkatkan kualitas fasilitas umum agar mampu memenuhi kebutuhan warga di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat.
Melalui berbagai agenda tersebut, Pramono berharap Jakarta dapat memasuki usia 500 tahun dengan wajah yang lebih modern, nyaman, dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar transformasi Jakarta dapat berjalan secara berkelanjutan.