Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) disebut memiliki struktur pengarah yang diisi oleh para ahli lintas bidang, termasuk ahli gizi hingga dokter anak. Hal ini diungkapkan oleh pejabat terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program gizi nasional.
Dewan pengarah libatkan tenaga ahli
Dalam keterangannya, Nanik menyebut bahwa BGN tidak bekerja sendiri, melainkan memiliki dewan pengarah yang terdiri dari berbagai pakar, seperti:
- Ahli gizi
- Dokter anak
- Praktisi kesehatan masyarakat
- Tenaga ahli kebijakan pangan
Menurutnya, keterlibatan lintas disiplin ini penting untuk memastikan program gizi berjalan berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan lapangan.
Fokus penguatan program gizi
Keberadaan dewan pengarah diharapkan dapat memperkuat sejumlah program prioritas, terutama yang berkaitan dengan:
- Penanganan stunting
- Peningkatan kualitas gizi anak
- Edukasi pola makan sehat
- Intervensi gizi berbasis data
Dengan melibatkan para ahli, kebijakan diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak hanya bersifat administratif.
Peran ahli gizi dan dokter anak
Ahli gizi berperan dalam menyusun standar kebutuhan nutrisi masyarakat, sementara dokter anak fokus pada aspek tumbuh kembang anak dan pencegahan gangguan kesehatan sejak dini.
Kolaborasi keduanya dinilai krusial, terutama dalam program yang menyasar kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil.
Harapan perbaikan tata kelola
Pemerintah berharap struktur dewan pengarah ini dapat meningkatkan efektivitas program BGN sekaligus memperkuat koordinasi antar sektor dalam penanganan masalah gizi nasional.
Penutup
Pernyataan Nanik terkait adanya dewan pengarah di Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan upaya penguatan kelembagaan dengan melibatkan ahli gizi dan dokter anak. Langkah ini diharapkan dapat membuat program gizi nasional lebih terarah, ilmiah, dan berdampak langsung ke masyarakat.