Jakarta, 9 Juli 2026 – Penampilan Lamine Yamal bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 dinilai belum mencapai level terbaiknya. Meski tetap menjadi andalan di lini serang, pemain berusia 18 tahun itu belum mampu menunjukkan performa seimpresif yang ia tampilkan bersama Barcelona sepanjang musim lalu.
Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menilai kondisi tersebut tidak lepas dari cedera yang sempat mengganggu perkembangan Yamal sepanjang musim 2025/2026. Menurut Guardiola, sang pemain masih berusaha menemukan kembali ritme terbaiknya setelah beberapa kali mengalami masalah kebugaran.
“Yamal sedikit tertinggal dibanding pemain lain karena cedera yang dialaminya. Namun, mengingat usianya, dia sudah memiliki kemampuan luar biasa untuk mengatasi tekanan dan menjadi pembeda,” ujar Guardiola.
Selama Piala Dunia 2026, Yamal telah tampil dalam lima pertandingan bersama Spanyol dan mencetak satu gol. Meski beberapa kali menjadi starter, ia belum selalu bermain penuh selama 90 menit. Guardiola menilai kondisi fisiknya masih dalam proses pemulihan setelah musim yang dipenuhi cedera otot, pangkal paha, dan pubalgia yang membuatnya absen dalam sejumlah pertandingan bersama Barcelona.
Guardiola juga menekankan pentingnya dukungan dari lini tengah agar potensi Yamal dapat dimaksimalkan. Ia menyebut pemain seperti Rodri dan Pedri memiliki peran besar dalam mengatur tempo permainan sehingga Yamal bisa lebih leluasa menciptakan peluang dan membahayakan pertahanan lawan.
Meski belum tampil “wow”, Guardiola tetap yakin masa depan Yamal sangat cerah. Dengan usia yang masih muda serta kualitas teknik yang dimilikinya, winger Spanyol itu diyakini akan terus berkembang dan menjadi salah satu pemain terbaik dunia apabila mampu menjaga kebugaran dan terhindar dari cedera.