Keerom, 18 September 2026 – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Keerom mengamankan lima orang di Kabupaten Keerom, Papua, dalam pengembangan perkara yang berkaitan dengan kelompok bersenjata Kodap I Mamta. Salah seorang yang diamankan berinisial HN alias YN dan disebut kepolisian sebagai salah satu pimpinan kelompok tersebut, sementara empat lainnya berinisial AM, AI, NW, dan BN. Penangkapan dilakukan pada Selasa, 15 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan penggeledahan sejumlah lokasi. Dari pengembangan perkara, aparat menemukan senjata rakitan, puluhan butir amunisi serta sejumlah barang lainnya. Kepolisian masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan sehingga keterlibatan mereka tidak disimpulkan sama. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap hubungan mereka dengan barang bukti maupun aktivitas kelompok yang sedang diselidiki.
Dalam pengembangan penyidikan, petugas melakukan penggeledahan di salah satu rumah yang berkaitan dengan pihak yang diamankan. Aparat menemukan senjata laras panjang rakitan serta beberapa senjata panjang jenis PCP dan senjata laras pendek jenis airsoft gun. Polisi juga menyita 30 butir amunisi kaliber 9 milimeter dan puluhan amunisi kaliber 5,56 milimeter. Barang lain berupa parang, kampak, telepon seluler dan uang tunai turut diamankan untuk diperiksa. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polres Keerom untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan menelusuri asal-usul, kepemilikan serta keterkaitan setiap barang dengan orang-orang yang diamankan.
Kepolisian menyatakan penyidikan tidak hanya berfokus pada penemuan senjata dan amunisi, tetapi juga pada fungsi serta peran masing-masing pihak. Pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti dilakukan untuk mengetahui apakah kelima orang tersebut memiliki keterlibatan langsung dalam aktivitas bersenjata atau memiliki peran berbeda. HN alias YN menjadi salah satu pihak yang mendapat perhatian karena disebut aparat sebagai pimpinan kelompok Kodap I Mamta. Namun, status dan keterlibatan empat orang lainnya masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut. Data dari telepon seluler yang diamankan juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan untuk menelusuri komunikasi dan hubungan antarpihak. Polisi menegaskan kesimpulan akhir akan didasarkan pada hasil pemeriksaan serta alat bukti yang diperoleh selama penyidikan.
Asal senjata dan amunisi menjadi salah satu bagian penting yang sedang ditelusuri. Penyidik perlu mengetahui bagaimana senjata rakitan tersebut diperoleh serta dari mana amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter berasal. Pemeriksaan terhadap kondisi senjata juga diperlukan untuk mengetahui fungsi dan kemungkinan penggunaannya. Apabila ditemukan keterkaitan dengan perkara lain, penyidik dapat memperluas pengembangan berdasarkan hasil pemeriksaan balistik dan bukti pendukung. Jalur distribusi senjata ilegal menjadi perhatian karena keberadaan senjata dan amunisi dapat meningkatkan risiko gangguan keamanan di Papua. Polisi juga tidak menutup kemungkinan melakukan penelusuran terhadap pihak lain apabila ditemukan bukti adanya jaringan pemasok.
Satgas Operasi Damai Cartenz menyatakan proses penegakan hukum tetap dilakukan dengan mengutamakan pembuktian terhadap masing-masing pihak. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pemeriksaan barang bukti serta mendalami informasi yang diperoleh dari lokasi penangkapan dan penggeledahan. Kepolisian juga berupaya memastikan masyarakat yang tidak terlibat tetap terlindungi selama proses penindakan berlangsung. Kondisi keamanan di Keerom terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan setelah penangkapan tersebut. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai identitas maupun peran pihak-pihak yang diamankan. Perkembangan perkara akan bergantung pada hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik.
Kelima orang yang diamankan kini menjalani proses hukum sementara barang bukti berada dalam penguasaan kepolisian untuk pemeriksaan lanjutan. Penyelidikan berikutnya akan berfokus pada pemetaan hubungan antara para pihak, senjata, amunisi serta kemungkinan jaringan yang lebih luas. Aparat juga akan menelusuri apakah senjata yang ditemukan pernah digunakan dalam peristiwa kekerasan sebelumnya. Pengungkapan tersebut dinilai penting untuk memutus kemungkinan jalur peredaran senjata ilegal di wilayah Papua. Meski demikian, keterlibatan setiap orang tetap harus dibuktikan secara individual berdasarkan proses penyidikan. Kepolisian memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai jaringan dan asal barang bukti yang ditemukan.