Berlin, 7 Oktober 2026 – Mantan kepala badan intelijen luar negeri Jerman (BND), August Hanning, ditangkap atas dugaan spionase dan pelanggaran terkait rahasia negara. Hanning yang pernah memimpin BND pada 1998–2005 menghadapi dugaan spionase, pengungkapan rahasia negara, percobaan pengkhianatan, serta aktivitas untuk kepentingan dinas intelijen asing. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan cakupan informasi yang diduga berpindah tangan.
Selain Hanning, aparat Jerman juga menangkap mantan pejabat senior BND yang diidentifikasi sebagai Manfred D. Ia pernah menjadi kepala staf Hanning dan kemudian tetap bekerja di lingkungan badan intelijen tersebut. Manfred diduga memiliki akses terhadap berbagai dokumen rahasia dan menyerahkan sebagian materi tersebut kepada Hanning.
Penyelidik menduga sekitar 2.000 dokumen diberikan kepada Hanning selama beberapa tahun. Sejumlah dokumen tersebut disebut memuat informasi rahasia yang diperuntukkan bagi penggunaan internal BND, termasuk materi untuk mendukung penyampaian informasi kepada pejabat tinggi pemerintah. Dugaan penyerahan dokumen disebut berlangsung setidaknya hingga 2022.
Hanning diduga memanfaatkan sebagian informasi tersebut dalam aktivitas konsultasi pribadinya setelah tidak lagi memimpin BND. Jaksa juga mendalami dugaan bahwa informasi rahasia digunakan untuk menyusun analisis bagi seorang pejabat intelijen asing. Namun, otoritas Jerman belum mengungkap secara resmi negara atau badan intelijen asing yang diduga terlibat.
Kasus tersebut mendapat perhatian karena menyangkut keamanan informasi di salah satu lembaga intelijen utama Jerman. Dokumen yang berasal dari lingkungan badan intelijen dapat memuat informasi sensitif mengenai kepentingan keamanan nasional maupun kerja sama dengan negara lain. Karena itu, penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui sejauh mana potensi dampak dari dugaan kebocoran tersebut.
BND melakukan pemeriksaan internal setelah dugaan tersebut muncul sebelum penanganannya dilanjutkan oleh aparat federal. Pemeriksaan diperlukan untuk menelusuri akses terhadap dokumen, mekanisme pengamanan informasi, serta kemungkinan adanya kelemahan dalam pengawasan internal. Kasus ini sekaligus memunculkan perhatian terhadap aktivitas mantan pejabat intelijen setelah meninggalkan jabatan pemerintahan.
Proses hukum terhadap Hanning dan tersangka lainnya masih berlangsung sehingga seluruh tuduhan tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Penyelidik akan mendalami aliran dokumen serta hubungan dengan pihak asing yang diduga menerima atau menjadi sasaran informasi tersebut. Hasil penyidikan nantinya akan menentukan tingkat pelanggaran dan tanggung jawab hukum masing-masing pihak.