Pelatih timnas Republik Demokratik Kongo menegaskan bahwa tekanan terbesar jelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 justru berada di kubu Inggris. Menurutnya, status sebagai salah satu favorit juara membuat The Three Lions memikul ekspektasi yang jauh lebih besar dibandingkan timnya.
Meski menghadapi lawan yang dihuni banyak pemain bintang, pelatih RD Kongo memastikan skuadnya tidak gentar. Ia menilai para pemain datang ke pertandingan dengan semangat tinggi dan siap memberikan perlawanan maksimal demi menciptakan kejutan di fase gugur.
Menurut sang pelatih, Inggris memiliki beban untuk memenuhi harapan jutaan pendukung serta membuktikan status mereka sebagai unggulan. Sebaliknya, RD Kongo dapat bermain lebih lepas karena tidak banyak pihak yang menjagokan mereka melangkah jauh di turnamen ini.
Pelatih tersebut juga menekankan bahwa pertandingan di babak knockout selalu berbeda dibandingkan fase grup. Dalam laga hidup-mati, faktor mental, disiplin, dan efektivitas memanfaatkan peluang sering kali lebih menentukan daripada sekadar kualitas individu.
RD Kongo sendiri tampil cukup impresif sepanjang fase grup. Organisasi permainan yang solid dan semangat juang tinggi menjadi modal utama yang membawa mereka lolos ke babak 32 besar, sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Meski mengakui kualitas pemain Inggris sangat tinggi, sang pelatih menegaskan bahwa sepak bola kerap menghadirkan kejutan. Ia meminta anak asuhnya tetap percaya pada kemampuan sendiri dan tidak memberikan rasa hormat yang berlebihan kepada lawan saat pertandingan dimulai.
Selain itu, ia berharap para pemain mampu menjaga konsentrasi selama 90 menit dan memanfaatkan setiap peluang yang tercipta. Menurutnya, satu kesalahan kecil dapat menentukan hasil akhir dalam pertandingan dengan tensi setinggi babak gugur Piala Dunia.
Laga antara RD Kongo dan Inggris diperkirakan berlangsung sengit. Inggris berusaha membuktikan kapasitasnya sebagai calon juara, sementara RD Kongo datang dengan tekad besar untuk menumbangkan salah satu kekuatan utama Eropa dan melanjutkan perjalanan bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.