Jakarta, 30 Mei 2026 – Aparat kepolisian berhasil menangkap pemilik sebuah usaha wedding organizer (WO) di Jakarta Timur yang diduga terlibat dalam kasus penipuan terhadap sejumlah calon pengantin. Sebelumnya, terduga pelaku sempat dikabarkan menghilang dan sulit dihubungi setelah menerima pembayaran dari para pelanggan. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan dari para korban.
Kasus ini mencuat setelah beberapa calon pengantin mengaku mengalami kerugian karena layanan yang telah dibayar tidak kunjung direalisasikan sesuai kesepakatan. Sejumlah korban menyatakan telah melakukan pembayaran untuk berbagai kebutuhan pernikahan, mulai dari dekorasi, dokumentasi, hingga paket penyelenggaraan acara. Namun menjelang hari pelaksanaan, komunikasi dengan pihak penyelenggara disebut semakin sulit hingga akhirnya tidak dapat dihubungi.
Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian segera melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan korban serta menelusuri keberadaan pemilik usaha. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi lokasi terduga pelaku dan melakukan penangkapan. Setelah diamankan, pelaku dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kronologi lengkap serta jumlah korban yang terdampak.
Penyidik saat ini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Polisi juga menelusuri aliran dana yang diterima dari para pelanggan untuk mengetahui besaran kerugian yang ditimbulkan. Selain itu, sejumlah dokumen dan barang bukti terkait operasional usaha wedding organizer tersebut turut diperiksa sebagai bagian dari proses penyidikan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat memilih penyedia jasa, terutama untuk acara penting seperti pernikahan. Calon pelanggan disarankan melakukan pengecekan rekam jejak usaha, meminta kontrak kerja yang jelas, serta memastikan legalitas penyedia layanan sebelum melakukan pembayaran dalam jumlah besar. Dengan langkah yang lebih cermat, risiko menjadi korban penipuan dapat diminimalkan sehingga persiapan acara dapat berjalan lebih aman dan sesuai harapan.